Ubah Plastik Jadi Bahan Bakar

image_pdfimage_print

072376900_1466477839-plastic-fuel_1024__nand_phanuwatth_at_shutterstock_com_-1

Sampah plastik sangat banyak dijumpai di Indonesia. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sudah dijejali plastik, bahkan hingga ditimbun dalam tanah. Sampah plastik juga terbawa ke samudra menjadi pulau-pulau sampah. Jika terus seperti ini, maka sebelum tahun 2050 diperkirakan akan lebih banyak sampah plastik daripada jumlah ikan di laut.

Harus ada tindakan untuk mengatasi hal tersebut. Solusinya sebenarnya cukup sederhana, yaitu kita perlu mengubah sampah plastik menjadi komoditas yang memang bisa dipergunakan orang. Dengan kandungan hidrogen dan karbon dalam polietilen, bahan bakar hidrokarbon cair tentu menjadi pilihan. Yang selama ini menghalangi mimpi mendaur ulang plastik menjadi bahan bakar adalah karena plastik merupakan produk kimia yang stabil, padahal polietilen juga berasal dari bahan bakar fosil.

Tanpa penanganan khusus, polietilen akan tetap mempertahankan bentuknya karena ikatan atom yang membangun strukturnya. Jika diberi panas yang cukup, ikatan atom ini akhirnya goyah. Tapi ini bukan cara yang praktis. Amina Khan mengatakan bahwa jika kita mencoba memanaskan hingga lebih dari 400 derajat Celcius seperti dalam beberapa metode, plastik lumat menjadi beberapa kombinasi, dalam bentuk gas, minyak, lemak, dan gosongan yang tidak selalu berguna.

Untuk mengatasi daya guna rendah dan ketiadaan kendali terhadap produk akhir, Zhibin Guan, ahli kimia polimer sintetis di University of California Irvine dan timnya bekerja sama dengan para peneliti dari Shanghai Institute of Organic Chemistry, China. Hal itu guna menciptakan teknik daur ulang plastik yang memerlukan lebih sedikit panas.

Proses ini menggunakan katalis kimiawi yang biasanya dipakai untuk menghasilkan polimer dan diatur agar malah mengurai polimer itu sendiri. Bahan katalis pertama mengurai atom-atom hidrogen dari atom-atom karbon, sehingga atom-atom karbonnya saling mengikat satu sama lain. Ikatan baru atom-atom karbon memiliki ikatan ganda, tidak lagi tunggal. Nah, bahan katalis ke dua bertugas mengurai ikatan ganda ini. Atom-atom hidrogen yang tadi telah dipisahkan kemudian dicampurkan kembali. Proses ini dilakukan berulang-ulang.

Semua pemotongan, pengubahan, penghapusan, pemisahan, penambahan, dan pengaturan ulang atom-atom ini memungkinkan untuk melakukan perubahan secara hati-hati dan bertahap pada struktur polietilen, sehingga menjadi bahan bakar diesel atau gemuk yang dapat dipakai untuk industri.

Proses ini memerlukan panas bersuhu 175 derajat Celcius, bukan seperti proses sebelumnya pada 400 derajat Celcius. Dengan demikian, proses ini memerlukan lebih sedikit energi untuk teknik yang serupa. Sayangnya, proses ini berlangsung lebih lama, sekitar 4 hari. Bahan katalis yang dipakai juga.

Guan dan timnya sekarang mencoba mencari cara agar teknik mereka lebih efisien, supaya bisa segera mengurangi polusi sampah plastik dan pada akhirnya bisa memanfaatkan sampah plastik itu.

Referensi:

http://global.liputan6.com/read/2536229/kabar-gembira-ilmuwan-berhasil-mengubah-plastik-jadi-bahan-bakar

5 thoughts on “Ubah Plastik Jadi Bahan Bakar

Tinggalkan Balasan